Assalamualaikum
Wr. Wb.
Perkenalkan nama saya Ahada Ahmad
Daffa dari prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel
Surabaya Angkatan 2019. Disini saya akan bercerita tentang pengalaman singkat
saya ketika mengikuti kegiatan PTSB (Pendalaman Terapi Sholat Bahagia) sekaligus
menjadi mata kuliah penutup studi al-Quran.
Pada tanggal 11 November 2019, Bu
Ati’ selaku Asisten Dosen dari kelas E3 menginformasikan di Grup WhatsApp jika
pembelajaran terakhir atau kuliah wada’ akan diadakan di Jalan Siwalankerto Tengah
no. 66 yang tepatnya bernama Kun Yaquta Convention Center yang dimiliki oleh Prof.
Ali Aziz, M.Ag selaku dosen Mata Kuliah Studi al-Qur’an. Prof. Ali Aziz, M.Ag
inilah yang menemukan Program Pendalaman Terapi Sholat Bahagia ini.
Sehari sebelum Hari Pembelajaran dimulai
Bu Ati’ memberikan pengumuman bahwa sebelum kita memulai tentang pelaksanaan
PTSB, kita terlebih dahulu diberikan beberapa pertanyaan yang dimana harus dijawab
dengan sejujur-jujurntya yaitu:
1. Tulislah 10 orang yang paling
berjasa dlm hidup anda.
2. Tulislah 5 orang yang menjengkelkan/ menyakitkan anda.
3. Tulislah 10 dosa yang pernah anda
lakukan.
4. Tulislah 30
nikmat terbesar yang pernah anda rasakan (sejak kecil hingga sekarang).
5. Tulislah 10
masalah yang paling mengganggu/ menyedihkan dalam perjalanan hidup anda (ada yg
bersifat rahasia ada yg tidak).
Mungkin
hal ini bisa dibagi menjadi Daftar Anugrah dan Daftar Masalah dan Harapan yang
dimana ini nantinya akan digunakan sebagai perenungan-perenungan atas apa-apa
yang belum kita syukuri dan apa-apa yang menjadi masalah kita hingga semoga
masalah ini nanti akan menjadi lebih lega setelah mengikuti PTSB dan juga
Harapan yang dicita-citakan menjadi mudah untuk diraih oleh yang benar-benar
menghayati.
Sebelum
menceritakan pengalaman tentang kegiatan PTSB ini, saya akan menceritakan
sedikit tentang profil dari Dosen saya yaitu Prof. Ali Aziz, M.Ag. Prof. Ali
Aziz, M.Ag lahir pada tangga 9 Juni 1957 di Soko, Glagah, Lamongan, Jawa Timur,
Indonesia. Beliau belajar selama lima tahun di pondok pesantren Ihyaul ‘Ulum
Gresik, dan melanjutkan studi kuliah di Fakultas Dakwah IAIN yang sekarang
berubah menjadin Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dan lulus pada
tahun 1982 sebagai sarjana muda dan tercepat yaitu berumur 21 tahun. Beliau
juga pernah menjabat menjadi Dekan Fakultas Dakwah pada tahun 2004 dan saat ini
menjadi Guru Besar Ilmu Dakwah di Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan
Ampel. Pernah menjabat pula menjadi wakil ketua Majlis Ulama Indonesia cabang
Jatim.
Serta
menjadi Ketua Dewan Pengawas Syari’ah Bank Jatim, Ketua APDI (Asosiasi Profesi
Dakwah Indonesia) selama tahun 2009 hingga 2013 dan menjadi Konsultan
Pendidikan di Yayasan Khadijah Surabaya. Terpilih sebanyak dua kali menjadi
dosen teladan nasional pada tahun 2004 dan 2007. Beliau juga mengisi kajian
Islam di beberapa majalah, dan juga menulis beberapa buku, antara lain: 60
Menit Terapi Shalat Bahagia (2012) sekaligus menjadi trainer di PTSB,
selain itu ada, Sukses Belajar Melalui Terapi Shalat (2016), Bersiul
di Tengah Badai (2015), Ilmu Dakwah (2004), Solusi
Ibadah di Hongkong(2003), MTQ: Mengenal Tuntas al-Qur’an (2011), Teknik
Khutbah Jum’at Komunikatif (2014), Public Speaking, Gaya dan
Teknik Pidato Dakwah(2017), Doa-Doa Keluarga Bahagia (2013).
Beliau berdakwah
terhitung sejak tahun 1979 dan sejak tahun 2000 menjadi imam shalat teraweh
atau penceramah Islam di Berbagai Benua seperti Afrika, Asia, Eropa dan Amerika.
Prof Ali Aziz, M.Ag ini juga
melakukan pembelajaran dan pemraktekan PTSB ini di Berbagai Negara seperti, Mauritius, Malaysia, Brunei, Hongkong, Taiwan, Jepang,
Iran, Bangladesh, Nepal, Inggris, Belanda, Amerika Serikat dan Kanada.
Mungkin kalian masih
bertanya-tanya apakah itu PTSB ?, Mengapa PTSB ?, Pentingkah PTSB ?,
dan seterusnya. Disini saya akan menceritakan pengalaman saya pertama kali
mengikuti kegiatan PTSB ini.
Dimulai dari yang
pertama, apa sih PTSB itu? Kepanjangan dari Pendalaman Terapi Sholat Bahagia,
jadi dalam kegiatan tersebut kita dijelaskan tata cara mengatasi masalah dalam
sholat, saya baru tahu mengenai hal itu lewat kegiatan tersebut dan itu sungguh
luar biasa.. Apakah Manfaat PTSB? PTSB memberikan
bimbingan dan praktek shalat agar Anda memahami dan mengingatnya lebih kuat dan
bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan
penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Wajah penuh bahagia adalah
cermin syukur kepada Allah, karena pribadi yang berbahagialah yang bisa
maksimal dalam menjalankan sesuatu.
Mengikuti
PTSB ini sangat penting karena terkadang kurangnya bersyukur dan banyaknya
mengeluh menjadikan kita terjerat dalam masalah, maka sesungguhnya Shalat
inilah yang menjadikan kita juga bebas terjerat dari masalah, dan PTSB adalah
program untuk memantapkan hal tersebut dengan melatih untuk mengokohkan (tawakal,
tumakninah, dan qona’ah).
Setelah menunggu selama 30 menitan Prof Ali Aziz pun datang, pembukaan Beliau lakukan dengan mengucapkan panjatan doa-doa. Lalu setelah itu Beliau mebnampilkan video atau film tentang testimoni orang-orang yang sudah melakukan PTSB. Lalu Beliau bersenda gurau sebentar, selang tidak lama beliau mulai masuk ke dalam topik pembahasan. Pertama, Prof Ali mengatakan ada 6 kata kunci dalam sholat bahagia yaitu Berdiri (SUBHAN), Rukuk (TURUT), I’tidal (HADIR), Sujud (MASJID), Duduk antara dua sujud (AKSI) dan Tasyahud (SOSIAL).
Saya akan membahas satu persatu kata kunci yang diucapkan oleh
founder PTSB berikut. Yang pertama yaitu saat posisi berdiri atau takbir, beliau
megatakan SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman) yang
mempunyai arti Syukur: “Wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmat-Mu,”
Bimbingan: “Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar”.
Ketahanan iman: “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar
selamat dari kesesatan dan murka-Mu”. Yang kedua saat rukuk, kata kuncinya
adalah TURUT (Tunduk, Menurut)artinya: “aku tunduk – membungkuk
kepada kehendak-Mu dan aku menurut kepada semua perintah-Mu”. Di posisi rukuk
ini saya mendapatkan hal banyak yang belum saya ketahui misalnya, waktu itu ada
mahasiswi yang mengeluh sakit kepala atau migren lalu dia dipanggil kedepan,
setelah itu mahasiswi itu disuruh rukuk oleh sang trainer Prof. Ali Aziz
sembari membaca buku panduan PTSB yang kata kuncinya TURUT tersebut.
Dia rukuk hampir 15 menit lamanya, tentu itu hal baru bagi saya dan semua
mahasiwa – mahasisiwi yang berada dalam kegiatan tersebut. Karena bagi kita
semua sewajarnya rukuk mungkin hanya 3-5 detik saja. Setelah di terapi
mahasiswi tersebut merasa sakit kepalanya berkurang separuh daripada sebelum
terapi rukuk dilakukan. Ternyata begitu hebatnya dalam sholat semua masalah
bisa terselesaikan.
Selanjutnya yaitu
posisi I’tidal, dengan kata kunci HADIR yaitu Hak
pujian, Takdir. Artinya: “Hanya Engkau yang berhak dipuji dan semua
hal yang terjadi atas takdir-Mu”. Berikutnya yang ke empat Sujud,
kata kuncinya MASJID yakniMaaf, Sinar, Jiwa dan Raga yang
berarti “Maafkan dosa-dosaku, sinarilah hati, jiwa dan ragaku dalam
kekuasaan-Mu”. Adapun yang kelima yakni Duduk Antara Dua Sujud,
beliau sebut AKSI (Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman). Dan kata kunci
yang terakhir yaitu saat Tasyahud (SOSIAL) berarti Sholawat,
Persaksian, Tawakal. Artinya: “sholawat salam untuk Nabi SAW, Aku
Bersaksi Tiada Tuhan selain Engkau, Aku serahkan semua persoalan kepada-Mu”.
Berikutnya saya akan
membahas, Mengapa PTSB? Berikut penjelasannya PTSB memberikan bimbingan dan
praktek shalat agar Anda memahami dan mengingatnya lebh kuat dan bisa
memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah SWT, percaya diri, dan optimis akan
penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Wajah penuh bahagia adalah
cermin syukur kepada Allah. Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal
berkreasi, produktif dan membagiakan orang lain. Dengan membaca selama satu jam
buku 60 Menit Terapi Sholat Bahagia, Anda sudah bisa memahami makna dari
kalimat kunci: SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL dan
diharapkan mendapatkan kedahsyatan pengaruh shalat terhadap kehidupan Anda.
Moh. Ali,testimoni trainer PTSB dari Bangladesh, mengatakan jika dengan cara
itu semata, Anda hanya bisa mengingatnya maksimal 10%. Baru mencapai 70% jika
Anda mencoba mengucapkannya, dan meningkat menjadi 90% jika berlatih
mengucapkan dan mempraktekkannya.
Agar
menjadi lebih mantap lagi, akan saya paparkan beberapa testimoni- testimoni
yang telah disampaikan oleh orang yang sudah merasakan manfaatnya, Seorang Ibu
yang namanya disamarkan berasal dari Surabaya mengatakan, “Saya berhasil
berhenti selingkuh dengan suami orang...” PTSB rupanya tidak hanya menjadi obat
bagi yang memiliki masalah hidup dan mengharapkan cita-cita namun juga bisa
menjadi sebuah muhasabah diri yang nantinya dapat membuat seseorang menjauhi
segala perkara yang dilarang oleh Allah.
Lalu
ada seseorang dengan nama samaran BMI, yang berasal dari Taiwan yang
mengatakan, “Saya lepas dari obat sakit kepala, yang saya konsumsi setiap
hari.” PTSB nampaknya memberi dampak besar dan perubahan terhadap hidup
seseorang karena dengan shalat secara baik dan benar itu akan menyelesaikan
masalah serta berbagai problematika yang terjadi termasuk menyembuhkan penyakit
yang telah, sedang, ataupun lama di derita. Sebagaimana ibu Sri Wahyuni yang
berasal dari Sidoarjo mengatakan, “6 bulan sakit duduk dan jalan. Sekarang bisa
tahiyat dan berjalan lancar.”
Selain
itu juga terdapat testimoni yang unik dari Ibu SRJ, yang bertempat tinggal di
Sidoarjo, ia mengatakan, “Putriku bisa pisah dari pacarnya yang non-muslim” hal
ini menyiratkan bahwa shalat dengan cara yang baik dan benar serta menerapkan
apa yang diajarkan di PTSB yaitu dengan membaca dalam hati apa yang perlu
disyukuri serta mengadukan kepada Allah apa yang sedang menjadi masalah, bisa
menyelesaikan masalah yang sedang dialami orang lain, ibarat seorang anak yang
berdoa agar masalah orang tuanya segera tuntas.
Namun
walaupun PTSB ini memiliki manfaat yang sangat dahsyat bagi setiap orang yang
menghayati seiap apa-apa yang ada dalam bacaan shalat, namun alangkah baiknya
apabila hal ini diterapkan apabila sedang shalat sendirian seperti Tahajjud,
Dhuha, ataupun shalat yang memiliki waktu yang sangat panjang dan bukan shalat
jama’ah dikarenakan waktu yang dibutuhkan akan menjadi sangat lama karena ini
adalah agenda dalam berhubungan dengan Sang Pencipta hingga sampai kepada
proses bermuhasahab diri. Banyak hal yang bisa diselesaikan dalam setelah mulai
memperbaiki shalat seperti yang diajarkan di PTSB sebagaimana bahwa shalat itu
benar-benar sesuatu yang menyelesaikan masalah, seperti apabila kita memohon
dengan sangat pasrah dan bertawakal atas ujian yang diberikan kepada kita
dengan bentuk Suami/Istri jarang shalat, insyaAllah akan terselesaikan.
Atau
anda semua sedang mengalami sebuah rasa sakit punggung atau sakit yang dimana
itu menyusahkan aktivitas anda, terdapat testimoni dari Dr. Meralda S.S, yang
berasal dari Surabaya yang mengatakan, “Tanganku sembuh dan bisa berbaju
sendiri tanpa bantuan orang lain, setelah lima bulan sakit.”
Problematika
kerjapun bisa terselesaikan dengan shalat yang baik dan benar yang diajarkan
pada PTSB seperti sukses dalam pekerjaan, sebagaimana testimoni dari Bapak A.K
yang berasal dari Sidoarjo mengatakan, “Setelah menganggur, saya mendapat
tawaran kerja diperusahaan asing.” Selain problematika kerja, shalat ternyata
juga menjadi sumber munculnya ide-ide apabila kita memohon kepada Allah untuk
membuka cakrawala berpikir, sebagaimana dari Nawabika Izzah Zaizafun, Pildacil
ANTV 2011, yang mengatakan, “Bisa tulis cerpen panjang, setelah menirukan ibu
praktek TSB.”
nice
BalasHapussemangattt❤️
BalasHapusTulisannya gk jelas background hitam tulisannya ada yg hitam jadi gk bisa dibaca kalo gk dicerahkan layarnya
BalasHapusiya kak, terima kasih atas sarannya, saya baru sadar setelah mempublish dan ternyata warnanya kebetulan sama🙏 mohon maaf atas ketidaknyamanan nya kak🙏 dan terima kasih atas sarannya 🙏🙏
Hapusterimakasih karena sudah cukup menginformasi, tapi tolong untuk tampilan kalo bisa diperbaiki lagi
BalasHapus