Minggu, 01 Desember 2019

Pendalaman Terapi Sholat Bahagia


Assalamualaikum Wr. Wb.

Perkenalkan nama saya Ahada Ahmad Daffa dari prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya Angkatan 2019. Disini saya akan bercerita tentang pengalaman singkat saya ketika mengikuti kegiatan PTSB (Pendalaman Terapi Sholat Bahagia) sekaligus menjadi mata kuliah penutup studi al-Quran.

Pada tanggal 11 November 2019, Bu Ati’ selaku Asisten Dosen dari kelas E3 menginformasikan di Grup WhatsApp jika pembelajaran terakhir atau kuliah wada’ akan diadakan di Jalan Siwalankerto Tengah no. 66 yang tepatnya bernama Kun Yaquta Convention Center yang dimiliki oleh Prof. Ali Aziz, M.Ag selaku dosen Mata Kuliah Studi al-Qur’an. Prof. Ali Aziz, M.Ag inilah yang menemukan Program Pendalaman Terapi Sholat Bahagia ini.

Sehari sebelum Hari Pembelajaran dimulai Bu Ati’ memberikan pengumuman bahwa sebelum kita memulai tentang pelaksanaan PTSB, kita terlebih dahulu diberikan beberapa pertanyaan yang dimana harus dijawab dengan sejujur-jujurntya yaitu:
1. Tulislah 10 orang yang paling berjasa dlm hidup anda.
2. Tulislah 5 orang yang  menjengkelkan/ menyakitkan anda.
3. Tulislah 10 dosa yang pernah anda lakukan.
4. Tulislah 30 nikmat terbesar yang pernah anda rasakan (sejak kecil hingga sekarang).
5. Tulislah 10 masalah yang paling mengganggu/ menyedihkan dalam perjalanan hidup anda (ada yg bersifat rahasia ada yg tidak).

Mungkin hal ini bisa dibagi menjadi Daftar Anugrah dan Daftar Masalah dan Harapan yang dimana ini nantinya akan digunakan sebagai perenungan-perenungan atas apa-apa yang belum kita syukuri dan apa-apa yang menjadi masalah kita hingga semoga masalah ini nanti akan menjadi lebih lega setelah mengikuti PTSB dan juga Harapan yang dicita-citakan menjadi mudah untuk diraih oleh yang benar-benar menghayati.

Sebelum menceritakan pengalaman tentang kegiatan PTSB ini, saya akan menceritakan sedikit tentang profil dari Dosen saya yaitu Prof. Ali Aziz, M.Ag. Prof. Ali Aziz, M.Ag lahir pada tangga 9 Juni 1957 di Soko, Glagah, Lamongan, Jawa Timur, Indonesia. Beliau belajar selama lima tahun di pondok pesantren Ihyaul ‘Ulum Gresik, dan melanjutkan studi kuliah di Fakultas Dakwah IAIN yang sekarang berubah menjadin Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dan lulus pada tahun 1982 sebagai sarjana muda dan tercepat yaitu berumur 21 tahun. Beliau juga pernah menjabat menjadi Dekan Fakultas Dakwah pada tahun 2004 dan saat ini menjadi Guru Besar Ilmu Dakwah di Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Pernah menjabat pula menjadi wakil ketua Majlis Ulama Indonesia cabang Jatim.
            Serta menjadi Ketua Dewan Pengawas Syari’ah Bank Jatim, Ketua APDI (Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia) selama tahun 2009 hingga 2013 dan menjadi Konsultan Pendidikan di Yayasan Khadijah Surabaya. Terpilih sebanyak dua kali menjadi dosen teladan nasional pada tahun 2004 dan 2007. Beliau juga mengisi kajian Islam di beberapa majalah, dan juga menulis beberapa buku, antara lain: 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (2012) sekaligus menjadi trainer di PTSB, selain itu ada, Sukses Belajar Melalui Terapi Shalat (2016), Bersiul di Tengah Badai (2015), Ilmu Dakwah (2004), Solusi Ibadah di Hongkong(2003), MTQ: Mengenal Tuntas al-Qur’an (2011), Teknik Khutbah Jum’at Komunikatif (2014), Public Speaking, Gaya dan Teknik Pidato Dakwah(2017), Doa-Doa Keluarga Bahagia (2013).

Beliau berdakwah terhitung sejak tahun 1979 dan sejak tahun 2000 menjadi imam shalat teraweh atau penceramah Islam di Berbagai Benua seperti Afrika, Asia, Eropa dan Amerika. Prof Ali Aziz, M.Ag ini juga melakukan pembelajaran dan pemraktekan PTSB ini di Berbagai Negara seperti, Mauritius, Malaysia, Brunei, Hongkong, Taiwan, Jepang, Iran, Bangladesh, Nepal, Inggris, Belanda, Amerika Serikat dan Kanada.

Mungkin kalian masih bertanya-tanya apakah itu PTSB ?, Mengapa PTSB ?, Pentingkah PTSB ?, dan seterusnya. Disini saya akan menceritakan pengalaman saya pertama kali mengikuti kegiatan PTSB ini.
 Dimulai dari yang pertama, apa sih PTSB itu? Kepanjangan dari Pendalaman Terapi Sholat Bahagia, jadi dalam kegiatan tersebut kita dijelaskan tata cara mengatasi masalah dalam sholat, saya baru tahu mengenai hal itu lewat kegiatan tersebut dan itu sungguh luar biasa.. Apakah Manfaat PTSB? PTSB memberikan bimbingan dan praktek shalat agar Anda memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Wajah penuh bahagia adalah cermin syukur kepada Allah, karena pribadi yang berbahagialah yang bisa maksimal dalam menjalankan sesuatu.
            Mengikuti PTSB ini sangat penting karena terkadang kurangnya bersyukur dan banyaknya mengeluh menjadikan kita terjerat dalam masalah, maka sesungguhnya Shalat inilah yang menjadikan kita juga bebas terjerat dari masalah, dan PTSB adalah program untuk memantapkan hal tersebut dengan melatih untuk mengokohkan (tawakal, tumakninah, dan qona’ah).

Setelah menunggu selama 30 menitan Prof Ali Aziz pun datang, pembukaan Beliau lakukan dengan mengucapkan panjatan doa-doa. Lalu setelah itu Beliau mebnampilkan video atau film tentang testimoni orang-orang yang sudah melakukan PTSB. Lalu Beliau bersenda gurau sebentar, selang tidak lama beliau mulai masuk ke dalam topik pembahasan. Pertama,
Prof Ali mengatakan ada 6 kata kunci dalam sholat bahagia yaitu Berdiri (SUBHAN), Rukuk (TURUT), I’tidal (HADIR), Sujud (MASJID), Duduk antara dua sujud (AKSI) dan Tasyahud (SOSIAL).

Saya akan membahas satu persatu kata kunci yang diucapkan oleh founder PTSB berikut. Yang pertama yaitu saat posisi berdiri atau takbir, beliau megatakan SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman) yang mempunyai arti Syukur: “Wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmat-Mu,” Bimbingan: “Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar”. Ketahanan iman: “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Mu”. Yang kedua saat rukuk, kata kuncinya adalah TURUT (Tunduk, Menurut)artinya: “aku tunduk – membungkuk kepada kehendak-Mu dan aku menurut kepada semua perintah-Mu”. Di posisi rukuk ini saya mendapatkan hal banyak yang belum saya ketahui misalnya, waktu itu ada mahasiswi yang mengeluh sakit kepala atau migren lalu dia dipanggil kedepan, setelah itu mahasiswi itu disuruh rukuk oleh sang trainer Prof. Ali Aziz sembari membaca buku panduan PTSB yang kata kuncinya TURUT tersebut. Dia rukuk hampir 15 menit lamanya, tentu itu hal baru bagi saya dan semua mahasiwa – mahasisiwi yang berada dalam kegiatan tersebut. Karena bagi kita semua sewajarnya rukuk mungkin hanya 3-5 detik saja. Setelah di terapi mahasiswi tersebut merasa sakit kepalanya berkurang separuh daripada sebelum terapi rukuk dilakukan. Ternyata begitu hebatnya dalam sholat semua masalah bisa terselesaikan.

Selanjutnya yaitu posisi I’tidal, dengan kata kunci HADIR yaitu Hak pujian, Takdir. Artinya: “Hanya Engkau yang berhak dipuji dan semua hal yang terjadi atas takdir-Mu”. Berikutnya yang ke empat Sujud, kata kuncinya MASJID yakniMaaf, Sinar, Jiwa dan Raga yang berarti “Maafkan dosa-dosaku, sinarilah hati, jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu”. Adapun yang kelima yakni Duduk Antara Dua Sujud, beliau sebut AKSI (Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman). Dan kata kunci yang terakhir yaitu saat Tasyahud (SOSIAL) berarti Sholawat, Persaksian, Tawakal. Artinya: “sholawat salam untuk Nabi SAW, Aku Bersaksi Tiada Tuhan selain Engkau, Aku serahkan semua persoalan kepada-Mu”.

Berikutnya saya akan membahas, Mengapa PTSB? Berikut penjelasannya PTSB memberikan bimbingan dan praktek shalat agar Anda memahami dan mengingatnya lebh kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah SWT, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Wajah penuh bahagia adalah cermin syukur kepada Allah. Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal berkreasi, produktif dan membagiakan orang lain. Dengan membaca selama satu jam buku 60 Menit Terapi Sholat Bahagia, Anda sudah bisa memahami makna dari kalimat kunci: SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL dan diharapkan mendapatkan kedahsyatan pengaruh shalat terhadap kehidupan Anda. Moh. Ali,testimoni trainer PTSB dari Bangladesh, mengatakan jika dengan cara itu semata, Anda hanya bisa mengingatnya maksimal 10%. Baru mencapai 70% jika Anda mencoba mengucapkannya, dan meningkat menjadi 90% jika berlatih mengucapkan dan mempraktekkannya.

            Agar menjadi lebih mantap lagi, akan saya paparkan beberapa testimoni- testimoni yang telah disampaikan oleh orang yang sudah merasakan manfaatnya, Seorang Ibu yang namanya disamarkan berasal dari Surabaya mengatakan, “Saya berhasil berhenti selingkuh dengan suami orang...” PTSB rupanya tidak hanya menjadi obat bagi yang memiliki masalah hidup dan mengharapkan cita-cita namun juga bisa menjadi sebuah muhasabah diri yang nantinya dapat membuat seseorang menjauhi segala perkara yang dilarang oleh Allah.

            Lalu ada seseorang dengan nama samaran BMI, yang berasal dari Taiwan yang mengatakan, “Saya lepas dari obat sakit kepala, yang saya konsumsi setiap hari.” PTSB nampaknya memberi dampak besar dan perubahan terhadap hidup seseorang karena dengan shalat secara baik dan benar itu akan menyelesaikan masalah serta berbagai problematika yang terjadi termasuk menyembuhkan penyakit yang telah, sedang, ataupun lama di derita. Sebagaimana ibu Sri Wahyuni yang berasal dari Sidoarjo mengatakan, “6 bulan sakit duduk dan jalan. Sekarang bisa tahiyat dan berjalan lancar.”
            Selain itu juga terdapat testimoni yang unik dari Ibu SRJ, yang bertempat tinggal di Sidoarjo, ia mengatakan, “Putriku bisa pisah dari pacarnya yang non-muslim” hal ini menyiratkan bahwa shalat dengan cara yang baik dan benar serta menerapkan apa yang diajarkan di PTSB yaitu dengan membaca dalam hati apa yang perlu disyukuri serta mengadukan kepada Allah apa yang sedang menjadi masalah, bisa menyelesaikan masalah yang sedang dialami orang lain, ibarat seorang anak yang berdoa agar masalah orang tuanya segera tuntas.
            Namun walaupun PTSB ini memiliki manfaat yang sangat dahsyat bagi setiap orang yang menghayati seiap apa-apa yang ada dalam bacaan shalat, namun alangkah baiknya apabila hal ini diterapkan apabila sedang shalat sendirian seperti Tahajjud, Dhuha, ataupun shalat yang memiliki waktu yang sangat panjang dan bukan shalat jama’ah dikarenakan waktu yang dibutuhkan akan menjadi sangat lama karena ini adalah agenda dalam berhubungan dengan Sang Pencipta hingga sampai kepada proses bermuhasahab diri. Banyak hal yang bisa diselesaikan dalam setelah mulai memperbaiki shalat seperti yang diajarkan di PTSB sebagaimana bahwa shalat itu benar-benar sesuatu yang menyelesaikan masalah, seperti apabila kita memohon dengan sangat pasrah dan bertawakal atas ujian yang diberikan kepada kita dengan bentuk Suami/Istri jarang shalat, insyaAllah akan terselesaikan.
            Atau anda semua sedang mengalami sebuah rasa sakit punggung atau sakit yang dimana itu menyusahkan aktivitas anda, terdapat testimoni dari Dr. Meralda S.S, yang berasal dari Surabaya yang mengatakan, “Tanganku sembuh dan bisa berbaju sendiri tanpa bantuan orang lain, setelah lima bulan sakit.”
            Problematika kerjapun bisa terselesaikan dengan shalat yang baik dan benar yang diajarkan pada PTSB seperti sukses dalam pekerjaan, sebagaimana testimoni dari Bapak A.K yang berasal dari Sidoarjo mengatakan, “Setelah menganggur, saya mendapat tawaran kerja diperusahaan asing.” Selain problematika kerja, shalat ternyata juga menjadi sumber munculnya ide-ide apabila kita memohon kepada Allah untuk membuka cakrawala berpikir, sebagaimana dari Nawabika Izzah Zaizafun, Pildacil ANTV 2011, yang mengatakan, “Bisa tulis cerpen panjang, setelah menirukan ibu praktek TSB.”





                                                                                                                               

5 komentar:

  1. Tulisannya gk jelas background hitam tulisannya ada yg hitam jadi gk bisa dibaca kalo gk dicerahkan layarnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, terima kasih atas sarannya, saya baru sadar setelah mempublish dan ternyata warnanya kebetulan sama🙏 mohon maaf atas ketidaknyamanan nya kak🙏 dan terima kasih atas sarannya 🙏🙏

      Hapus
  2. terimakasih karena sudah cukup menginformasi, tapi tolong untuk tampilan kalo bisa diperbaiki lagi

    BalasHapus